Perkembangan dan Pelebaran Sayap Yayasan Karya Murni

PERKEMBANGAN DAN PELEBARAN SAYAP

1. RUTENG  – FLORES –  NTT

Pada  tanggal 20 Mei 1985, Pimpinan Kongregasi Suster St. Yosef mengutus suster-suster ke Ruteng – Nusa Tenggara Timur, untuk membuka sekolah anak buta (SLB-A), sekolah anak bisu-tuli (SLB-B), Panti Asuhan untuk menampung anak-anak buta dan bisu tuli yang datang jauh dari kampung agar pemeliharaan dan pendampingan terhadap mereka terjamin. Karena lokasi Yayasan Pusat (Medan) jauh ke Ruteng – NTT, maka dibentuk Yayasan Karya Murni Cabang Ruteng. Pendidikan SLB – B Karya Murni Cabang Ruteng telah berkembang sedemikian rupa dan tingkat pendidikan yang dikelola mulai dari TK – SMA.

Tepat pada tanggal 25  Mei 2010, Karya Murni Cabang Ruteng merayakan Pesta Perak (25) tahun  berdiri, yang dirayakan pada tanggal 29 Juli 2010. Lima (5) orang suster utusan dari Medan menghadiri Perayaan Pesta Perak tersebut. Sr. Paula sebagai pionir hadir dalam acara tersebut sebagai hadiah dari Kongregasi dalam rangka perayaan pesta emasnya 50 (limpuluh) tahun hidup berkaul, dan juga Pengurus Yayasan Karya Murni Pusat (Medan), memberikan penghargaan ala kadarnya.

2. SURABAYA  –  JAWA TIMUR

 Pada tanggal 21 Maret 2009, karya Kongregasi Suster St. Yosef yang berada di Surabaya: TPA, Poliklinik, PAUD, Play Group, Taman Kanak-kanak, Gryia Usia Lanjut,  diserahkan Pimpinan Kongregasi pengelolaanya  di bawah naungan Yayasan Karya Murni. Pada hari dan tanggal itu juga  Ketua Yayasan Karya Murni Medan (pusat), melantik Pengurus Yayasan Karya Murni Cabang Surabaya, sekaligus peresmian/pemberkatan gedung GRYA USIA LANJUT oleh Yang Mulia Uskup Vincentius Sutikno Wisaksono, uskup Surabaya.

 

3. JAKARTA BARAT

 Pada tahun 2000 ….  Yayasan Seri Amal mengundang Br. Bambang Nugroho FIC, untuk memberikan  penataran  tentang pemahaman MMR kepada guru-guru SLB-B Karya Murni Medan. Pada waktu itu Bruder menceritakan bahwa ada tanah sekitar 1.000 m2, disamping SLB–B Pangudi Luhur Jakarta Barat, dan tanah tersebut mau dijual oleh pemiliknya. Mungkin baik jika tanah itu dibeli dan mendirikan bangunan asrama untuk siswa SLB-B Pangudi Luhur yang datang dari luar kota. Pengurus Yayasan  Seri Amal menanggapi baik usul bruder dan pergi ke Jakarta melihat tanah dimaksud serta menyelidiki status tanah kepada pemiliknya, lurah, camat dan tatakota, kemudian berbicara dengan Pimpinan Kongregasi Suster St. Yosef. Pimpinan Kongregasi menanggapi dengan positip dan membeli tanah tersebut. Penggunaan tanah adalah untuk mendirikan gedung  asrama SLB – B (tunarungu)  bekerjasama dengan bruder FIC yang mengelola SLB–B Pangudi Luhur. Gedung tersebut  diresmikan pada tanggal 9 Juni 2011, oleh Yang Mulia Mgr. Ignasius Suharyo, Uskup Agung Jakarta. Sejak Januari 2012, pengelolaan Graha Murni Luhur diserahkan oleh Pimpinan Kongregasi Suster St. Yosef ke Yayasan Karya Murni.

Photo salah satu kegiatan anak-anak SLB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s