Program CBR Karya Murni Ruteng

Selain menangani pelayanan pendidikan dan keterampilan pada SLB Karya Murni Ruteng juga memulai program baru yaitu CBR atau dalam istilah lain RBM ( Rehabilitasi Berbasis Masyarakat). Program ini merupakan salah satu cara selain melembagakan anak berkebutuhan khusus di sekolah atau panti rehabilitasi. Dalam program ini pendekatan dan pelayanan berbasis masyarakat. Artinya bahwa anak berkebutuhan khusus ( cacat) tetap berada di rumahnya atau dalam keluarganya dan pendekatan dilakukan oleh masyarakat dan stake holder lain dalam pendampingan yang intens. Masyarakat dan keluarga yang berperan aktif dalam mengupayakan pemberdayaan dan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus.

Dalam program ini Yayasan Karya Murni Ruteng  dalam pilot projectnya dilakukan di dua paroki di keuskupan Ruteng yaitu paroki Narang dan Paroki Lengkong Cepang.Kegiatan yang dilakukan adalah kampanye penyetaraan dan pemberdayaan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus); Pendampingan ABK; penyediaan informasi dan pelayanan referral; membantu peningkatan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan dan praktek pertanian organik; sosialisasi masalah kecacatan dan hubungannya dengan gizi keluarga; advokasi d bidang hukum dan pendidikan bagi ABK.

Kegiatan ini beda dengan program dari lembaga lain yang mungkin langsung memberikan dana hibah dan sejenisnya. kami tidak memiliki uang. modal utama kami adalah gerakan kemanusiaan sebagai bagian pelaksanaan misi kami ” hormatilah kehidupan.  Ada pun kegiatan  yang sudah pernah dilakukan adalah membantu anak yang harus melakukan operasi bibir sumbing di Narang (2 orang) ; pelatihan keterampilan bagi ABK di Narang ( Vero); Kegiatan pelatihan Gizi; kegiatan pelatihan parenting skills dan deteksi dini di dua paroki; terlibat dalam advokasi hukum pembuatan perda no 6 tahun 2015 tentang pemberdayaan dan penyetaraan disabilitas di Manggarai.

Program ini akan berjalan baik bila ada bantuan dan dukungan dari berbagai pihak di Manggarai; terutama pemerintah dan gereja. Ada pun harapan kami dan harapan anak berkebutuhan khusus di Manggarai Raya ini bahwa pemerintah atas dorongan nurani dan amanah UUD 1945; UU Penyandang Cacat; Konvensi hak-hak asasi penyandang disabilitas mempunyai perhatian terhadap nasib  ABK di negeri ini dan di Manggarai khususnya. Juga harapan yang sama pada gereja sebagai tempat yang teduh dan iman, harapan dan kasih. Yesus datang membawa kasih dan kita harus saling mengasihi. jangan tinggalkan kami dalam kesendirian ( tangisan ABK).( YKM CR/PLCBR)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s